Tiga Desa di Kukar Siap Jalankan Program Koperasi Merah Putih, DPMD Kukar Komitmen Berikan Pendampingan
(Pelatihan Kompetensi Pembinaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Samarinda/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Semangat pemberdayaan ekonomi desa kian berkobar hal
ini ditunjukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai
Kartanegara (Kukar) yang telah mengikuti Pelatihan Kompetensi Pembinaan
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Samarinda, yang berlangsung selama lima
hari, 27–31 Oktober 2025.
Agenda ini menjadi langkah
awal penting dalam menyiapkan pendamping desa untuk menggerakkan program
nasional yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelatihan
tersebut tidak sekadar teori.
Para peserta digembleng
untuk memahami secara menyeluruh proses pembentukan koperasi, strategi
pengelolaan usaha, hingga tata cara penyaluran dana pemerintah. Semuanya
diarahkan agar desa mampu mengelola potensi lokal dengan cara yang lebih modern
dan berdaya saing.
Saat dikonfirmasi awak
media Ahmad Irji’i, Penggerak Swadaya Masyarakat DPMD Kukar, menuturkan bahwa
program Koperasi Desa Merah Putih merupakan upaya besar pemerintah pusat dalam
memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa.
“Setiap desa akan mendapat
alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar. Namun pencairannya menunggu proses
verifikasi dari pemerintah pusat,” jelasnya Jumat (07/11/2025).
Menurut Irji’i, hingga
kini ribuan proposal dari seluruh Indonesia masih dalam tahap evaluasi.
“Sekitar seribu sudah
diverifikasi, dua puluh ribu masih dievaluasi, dan sisanya dalam proses
pengajuan. Jadi memang sedang bertahap,” tambahnya.
Diungkapnnya dari 193 desa
di Kutai Kartanegara, tiga di antaranya telah ditunjuk sebagai pilot project
nasional yakni Desa Batuah, Desa Tanah Datar, dan Desa Sungai Meriam di
Kecamatan Anggana. Ketiga desa ini kini tengah mempersiapkan struktur
organisasi koperasi serta rencana usaha sesuai panduan dari pemerintah pusat.
Program Koperasi Desa
Merah Putih yang diluncurkan Agustus lalu menjadi tonggak baru dalam kebijakan
ekonomi kerakyatan. Melalui mekanisme musyawarah desa, masyarakat diberi ruang
untuk menentukan jenis usaha yang sesuai dengan potensi daerahnya mulai dari
pertanian, perikanan, hingga sektor jasa.
Lebih lanjut Irji’I
menyebut ke depan, penyaluran dana akan dilakukan melalui bank-bank BUMN
seperti BRI, BNI, Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia. Bidang usaha yang
didorong pun beragam simpan pinjam, logistik desa, agen LPG, penyedia pupuk,
apotek, hingga gudang pendingin (cold storage).
“Cold storage ini sangat penting, terutama
bagi desa pesisir atau daerah pertanian agar hasil panen tidak cepat rusak,”
terang Irji’i.
Selain dana Rp3 miliar per
desa, pemerintah pusat juga menyiapkan lahan seluas seribu hektare untuk
mendukung pembangunan infrastruktur koperasi. Fasilitas ini diharapkan menjadi
fondasi ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.
“DPMD Kukar siap
mendampingi setiap desa agar koperasi bisa segera beroperasi begitu dana
turun,” tegas Irji’i.
Ia berharap, program ini
benar-benar menjadi jalan bagi desa-desa di Kukar untuk naik kelas dari sekadar
penerima bantuan menjadi motor penggerak ekonomi daerah. (Adv/Tan)